Di era transformasi digital, kemampuan seorang ekonom tidak lagi hanya bertumpu pada pemahaman teori. Penguasaan data, kemampuan mengolah informasi, serta menyusun analisis berbasis bukti (evidence-based analysis) menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan (FEB UNPAS) menyelenggarakan Kuliah Visit ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat pada 26 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPS Provinsi Jawa Barat ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memperoleh materi di ruang kelas, tetapi juga belajar secara langsung dari lembaga yang menjadi pusat penyedia data statistik resmi di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan dari Ibu Marisa, SST., M.Stat., yang menjelaskan berbagai aspek mengenai data mikro dan big data dalam analisis ekonomi. Materi yang disampaikan mencakup karakteristik data mikro, pemanfaatannya dalam penelitian ekonomi, hingga bagaimana perkembangan big data membuka peluang baru dalam menghasilkan statistik yang lebih cepat, akurat, dan relevan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai sumber data yang dikelola BPS, mulai dari hasil sensus, survei, hingga pemanfaatan data administratif dan sumber data digital. Melalui sesi diskusi yang interaktif, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kualitas data, etika dalam penggunaan data, serta peran statistik dalam mendukung perumusan kebijakan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Restu Suryaman, S.E., M.E., selaku Sekretaris Program Studi Ekonomi FEB UNPAS. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa penguasaan data merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan ekonomi di era digital.
''Saat ini ekonom tidak hanya dituntut mampu menjelaskan fenomena ekonomi, tetapi juga mampu membuktikannya melalui analisis data yang kuat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengenal secara langsung bagaimana data dikumpulkan, dikelola, dan dimanfaatkan dalam menghasilkan kebijakan yang berkualitas,'' ujarnya.
Kuliah Visit ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Ekonomi FEB UNPAS dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja. Sejalan dengan penguatan kurikulum yang menitikberatkan pada pemanfaatan statistik, ekonometrika, data mikro, dan big data, mahasiswa didorong untuk memiliki kemampuan analitis yang mampu menjawab berbagai persoalan ekonomi secara komprehensif.
Melalui pengalaman belajar langsung di BPS Provinsi Jawa Barat, mahasiswa tidak hanya memahami konsep yang dipelajari selama perkuliahan, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana data menjadi fondasi dalam penelitian, penyusunan kebijakan publik, evaluasi pembangunan, hingga pengambilan keputusan di berbagai sektor.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Program Studi Ekonomi FEB UNPAS dengan Badan Pusat Statistik, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Dengan bekal pengalaman tersebut, lulusan Prodi Ekonomi FEB UNPAS diharapkan mampu menjadi ekonom yang adaptif, kritis, dan unggul dalam memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan di era ekonomi digital.