Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan (FEB UNPAS) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ekonomi dan Studi Pembangunan (HIMASPA) melaksanakan kegiatan Bina Desa bertajuk “From Trash to Cash” di Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung pada tanggal 25–26 April 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk aktualisasi ilmu yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan, khususnya dalam bidang ekonomi pembangunan, pemberdayaan masyarakat, ekonomi lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai salah satu program unggulan HIMASPA, kegiatan Bina Desa dirancang untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami konsep pembangunan secara teoritis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, mahasiswa berupaya mengembangkan model pengelolaan sampah organik yang tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama antara HIMASPA FEB UNPAS, Karang Taruna Desa Margahayu Selatan, dan Pemerintah Kecamatan Margahayu. Program tersebut mendapat dukungan dan sambutan positif dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RW, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan setempat.
Pada hari pertama, Sabtu (25/04/2026), kegiatan diawali dengan seminar dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular serta pemanfaatan maggot sebagai solusi pengolahan limbah domestik yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua RW, perangkat Desa Margahayu Selatan, pengurus Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta perwakilan Pemerintah Kecamatan Margahayu.
Turut hadir mewakili Universitas Pasundan, Sekretaris Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNPAS, Restu A. Suryaman, S.E., M.E., yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa kegiatan Bina Desa merupakan salah satu sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Ibu Emita Susilayanti, S.E., M.M., selaku Kepala Bidang yang mewakili Kecamatan Margahayu, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa FEB UNPAS yang dinilai mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis budidaya maggot merupakan inovasi yang tidak hanya membantu mengurangi volume limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa FEB UNPAS. Program ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat hadir memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat. Semoga apa yang telah dimulai hari ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Desa Margahayu Selatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua HIMASPA FEB UNPAS, Ferdya Bagusasdi, menjelaskan bahwa tema From Trash to Cash dipilih karena sejalan dengan semangat ekonomi pembangunan yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi apabila dikelola dengan baik. Melalui program ini, kami berharap masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai budidaya maggot dan mampu mengembangkan kegiatan tersebut menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Ferdya Bagusasdi selaku Ketua HIMASPA.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan mengenai teknik budidaya maggot, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga potensi pemasaran hasil budidaya menjadi bukti besarnya minat masyarakat terhadap program yang ditawarkan.
Pada hari kedua, Minggu (26/04/2026), kegiatan dilanjutkan dengan implementasi lapangan berupa pemasangan fasilitas budidaya maggot (maggotisasi) pada tiga titik strategis di Desa Margahayu Selatan. Selain itu, mahasiswa bersama masyarakat dan Karang Taruna juga melakukan pemasangan tong sampah pada beberapa lokasi guna mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNPAS tidak hanya berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong terbentuknya aktivitas ekonomi produktif berbasis masyarakat. Program Bina Desa From Trash to Cash menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.
Ke depan, HIMASPA FEB UNPAS berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi embrio pengembangan ekonomi sirkular di Desa Margahayu Selatan, sehingga sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat.